DIGIGIT BINATANG

Gigitan binatang bisanya menimbulkan luka sehingga akan terjadi pendarahan dari bekas sayatan gigitan binatang. Gigitan binatang yang berbahaya diantaranya ular, kelabang ataupun kelajengking. Selain menggigit binatang  tersebut menyebarkan racun yang akan mengalir mengikuti aliran darah.

Kondisi tubuh korban secara perlahan akan lemah akibat racun yang mulai menyebar. Hal tersebut akan berakibat fatal seperti kelumpuhan maupun meninggalnya korban jika pertolongan salah atau kurang cepat.

1. Penanganan pertama

Penanganan pertama yang dilakukan jika digigit binatang yang berbisa sebagai berikut :

• Cuci luka dengan larutan desinfektan

• Berikan obat anti pendarahan

• Perban agar terhindar dari infeksi atau terkena debu

Langkah yang dilakukan pertama kali untuk luka gigitan binatang berbisa antara lain :

• Tekan atau ikat nadi diatas tempat gigitan dengan kain atau tali.Tujuannya agar darah yang terkena racun atau bisa tidak cepat mengalir keseluruh tubuh, terutama jantung dan otak.

• Minum air bersih yang banyak agar kepekatan racun berkurang

• Jika tidak ada kelainan pada mulut terutama gigi si penolong, isap atau sedot kembali darah dan racun pada tempat bekas gigitan serta muntahkan kembali.

• Letakkan korban pada tempat yang sejuk dan usahakan jangan terlau banyak bergerak agar racun tidak cepat menjalar keseluruh tubuh.

• Berikan ramuan tanaman obat yang tepat.

• Jika dianggap perlu bantuan medis, secepatnya di bawah ke Puskesmas atau dokter agar jiwa korban segera ditolong.

RESEP I

Bahan : Daun dewa ( gynura segetum )

Cara pemakaian :

• Tumbuk halus umbi daun dewa 20 – 30 g.

• Balurkan ramuan kebagian tubuh yang sakit

• Perban dengan kain

• Jika kering ramuan di ganti lagi. Lakukan sesering mungkin

Daun dewa bersifat antikoagulan ( mencairkan darah beku ) anti racun, dan menstimulasi sirkulasi. Karena itu ramuan berguna menghilangkan panas, mencairkan darah beku, menghentikan pendarahan, dan membersihkan racun.

RESEP II


Bahan : Jahe merah ( zingiber officinale )

Cara pemakaian :

• Tumbuk rimpang jahe merah 10 – 30 g.

• Tambahkan garam sekitar 5 g

• Balurkan ramuan di bagian tubuh yang sakit

• Balut dengan kain.

• Ganti dengan ramuan yang baru jika telah kering.

Jahe merah berfungsi merangsang timbulnya kekebalan tubuh, produksi getah bening, syaraf, penyegar badan, regenerasi sel normal, dan menghangatkan tubuh.Oleh karena itu, setelah itu pemakaian ramuan ini, rasa sakit akan berkurang, demam reda, kadar racun dalam darah berkurang , serta daya tahan dan kekebalan tubuh bertambah.

RESEP III



Bahan : Sambiloto ( androgaphis paniculata )

Cara pemakaian 1 :

• Kunyah daun sambiloto 5 – 7 lembar.

• Telan airnya dan balurkan ampasnya dibalurkan di bagian tubuh yang sakit.

Cara pemakaian 2 :

• Rebus sambiloto 10 – 15 lembar dengan air 3 gelas sampai tersisa separuhnya.

• Minum rebusan ramuan sedikit sedikit sampai habis.

Cara pemakaian 3 :

• Tumbuk halus sambiloto dan tembakau.

• Balurkan campuran tumbukan halus daun sambiloto dan tembakau di bagian tubuh yang sakit.

Sambiloto bersifat anti racun, anti piretik, anti radang, anti bengkak, penurun panas, merangsang pagositosis ( menghancurkan benda asing dan yang merugikan tubuh ), meningkatkan aktivitas kelenjar kelenjar tubuh. Setelah pengobatan dengan sambiloto racun dalam darah berkurang bahkan dinetralisir. Selain itu, suhu tubuh berangsur normal, daya tahan tubuh meningkat, luka bekas gigitan tidak bengkak dan tidak terinfeksi.

0 komentar:

Poskan Komentar

Pengikut